PURITY OF FAITH

Purity of Faith adalah upaya memurnikan Kembali orientasi iman di tengah kompleksitas zaman. Pada fase kehidupan modern yang penuh distraksi nilai, iman tidak hanya diuji oleh tantangan eksternal, tetapi juga oleh kaburnya arah dan prioritas internal. Berdasarkan Q.S. Al-An’am ayat ayat 82 yang berbunyi :

َلﱠذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِس ُ وْٓا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤىكَ لَهُمُ اﻻ ْ َمْنُ وَهُمْ مﱡهْتَدُوْن

“-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapatkan keamanan dan petunjuk”

Allah memperintahkan umat manusia untuk kembali pada esensi iman yang jernih, sadar, dan bertanggung jawab, sehingga setiap keputusan, sikap, dan tindakan berpijak pada nilai yang lurus dan konsisten. Kemurnian iman menjadi kompas utama agar manusia tidak terombang-ambing oleh tekanan sosial, kepentingan sesaat, maupun bias nilai. Melalui pendekatan reflektif dan aplikatif, Purity of Faith menekankan bahwa iman yang murni bukan sekadar keyakinan personal, melainkan kekuatan transformatif yang membentuk karakter, integritas, dan arah hidup yang berkelanjutan—baik secara individu maupun sosial.